Senin, 07 April 2014

Kerinduan Mentari III



Dan hati terpaut dalam nada irama kerinduan berlatar cinta. Ketika cinta yang tertahan sekian lama membesar dalam sesak yang menyudutkan setiap sikap dalam tafsir buta. 
 
Cinta kini membuka tabirnya. Perasaan yang sekian lama tertanam kini tumbuh semakin besar dan tak dapat lagi di tutupi. Cinta membalas tumbuhnya cinta yang membuat cinta semakin tinggi dalam kesempurnaan. 
 
Kesempurnaan tiada akan pernah sempurna sampai tuhan merestui segala rasa di jiwa dalam ikatan suci. Ikatan suci yang di bangun atas segala kesungguhan setiap cita cita

Matahari dan rembulan menemukan satu cahaya yang menarik mereka selalu bersama. Ketika sang mentari tak dapat menutupi sinar cinta dan ketika rembulan menyinarkan cinta kepada mentari. 

Perasaan yang terlepas setelah sekian lama tertahan kini semakin bahagia dalam setiap detik hidupnya

Kelak.. mentari akan merasuk dalam cahaya bulan… dan bulan menyertai jiwa menyatu dengan sang mentari.. 

Mentari telah membuktikan kesungguhan rasa yang sekian lama di tanam. Mengulurkan akar suci untuk sang rembulan. 

Kini mereka telah terikat oleh jiwa yang menyatu…  

bukan terikat oleh status putih yang mudah ternodai dengan dusta dan keserakahan !
 
Hingga tiba saatnya sang mentari mengucap ikrar sumpah ikatan suci yang menyatukan mereka.  Sempurna dalam keabadian..

Selasa, 26 November 2013

Secuil kata untuk kekasih hati



Malam keagungan telah berlalu,
berlalu dalam gemuruh tangisan jutaan jiwa
merindukan jiwa jiwa suci yang telah terangkat dengan indah
kata, tak mampu menorehkan seluruh gejolak samudera cinta dan kebanggan
Duhai tuan mulia ku, bersitan rasa dalam tulisan ini adalah bongkahan atas rasaku padamu

duhai tuan guru, tak pernah sehari penuhpun ku habiskan waktu bersamamu,
si hina ini hanya tertunduk di tengah kerumunan para pecintamu,
walau satu waktu kau pernah meliriku begitu tajam dan dalam
aku tak kuasa untuk lebih dekat maju duduk di dekatmu
Keberanian ku lebur dalam kewibawaanmu
wahai jiwa indah dari darah terindah Sayidina Rasulillah saw
hampir 6 tahun ku hadir dalam majelis kesejukanmu
dan begitu terhitung aku dapat menyentuh dan mencium tangan muliamu
Keberanianku kian pupus melihat kondisimu yang melemah.
tak pantaslah aku kembali berdesakan dengan ribuan orang lainnya yang berebut  ingin menyentuh tangan muliamu
sedangkan kursi roda atau bahkan kasur listrik memapahmu dalam majelis ilmu.
Logika tak mampu menjawab hal ini.
raga kita jauhh jauhh jauhh ya sayyidi.
namun engkau terasa begitu memeluk dalam seindah indah pelukan

kehangatanmu yang memelukku
Meleburkan setiap cita cita hampa
tatapan tajammu,
memupuskan segala niat hina
canda tawamu, mengangkat setiap duka
lembut kasih sayangmu, dan dalamnya cintamu
menghancurkan setiap cinta yang bersemayam dalam jiwa

Logika mana yang mampu menjawab, duhaiii jiwa dan raga hina..
renungilah, fahamilah… inilah hakikat cinta
inilah yang beliau maksudkan dalam setiap kata kata indahnya
dan inilah pribadi Nabimu, Muhammad rasulullah saw.

Bertahannlah, ikrarkanlah dan bersumpahlah
kau akan melanjutkan perjuangan dan cita citanya

walau badai semakin besar menerjang
walau pembakaran siap di tumpahkan
walau jiwa raga harus mati dalam perjuangan

Lihatlah, beliau tersenyum..

panji panji dakwah kelembutan sayidinna Muhammad kini dalam gengamanmu.

Sayidina ja`far terputus kedua tangan dan kepalanya di bantai oleh musuh islam dalam perang mu`tah teguh tegak duduk di atas kudanya. Tetap Memeluk erat panji kemenangan sayidina Muhammad.

Bagaimana dengan engkau ?

26 November 2013



Pagi sendu dalam kesejukan yang menangkan.
merangkai kata dalam alunan dawai dawai indah hembusan cinta
walau fana, tetap hal itu dirasa
Duhaii jiwaku yang mengalir dalam kesejukan ini
merona dalam setiap detik detik cinta yang berpijar pijar
kesucian adalah jawaban untuk memaknai setiap kicauan

duhaii Rabb ku, sang pemilikku sungguh engkau lebih mengetahui aku lebih dari diriku sendiri
duhai tuhan maha raja langit dan bumi, duhai tuhan maha dermawan
duhai tuhan yang menciptakan kesejukan dan ketenangan.
jiwa hatiku bersimpuh tertunduk dalam keagunganmu
bersemilir bagai udara yang tak Nampak namun nyata

duhaii  tubuh dan jiwa nan indah yang ku rindukan.
jiwaku bergejolak dalam kesempitan’
dawai udara yang bersemilir ini semakin menusuk
hingga sanubariku tenggelam semakin dalam pada samudera kerinduan
Duhaii Allah tuhanku, takkah engkau melihat gejolak ini ?
sedangkan kau yang telah berfirman dalam kitabmu, kau lebih dekat dari urat leherku
Demi engkau wahai yang maha dekat, Dekatkanlah aku kepadanya
agar gejolak ini kian meredam dan berganti kebahagiaan
Merona dalam kesenduan, berhias nada nada cinta dalam dawai kesucian dan kebahagiaan

Sabtu, 19 Oktober 2013

Curahan Kebahagiaan Terakhir Untuk Guru Mulia

postingan ini sebelumnya di publish pada salah satu blog saya di http://denichaerudin.wordpress.com/






Sehat terus wahai habibana

malam ke empat belas di bulan ramadhan 2013 masehi. Bulan berpijar dengan benderangnya di malam itu. Bintang berkelip terbias dengan cahaya bulan yang sepanjang malam menemani. Tepat di hari senin malam selasa, betapa tak tergambarkan nya rasa bahagia dan semangat untuk menghadiri perkumpulan mulia saat itu. Perkumpulan yang setiap minggu di adakan di masjid raya al munawar pancoran Jakarta yang di hadiri puluhan ribu muslimin yang memadati masjid sampai di halamannya. Rasa haru dan bahagia bisa kembali duduk bersama wajah wajah mulia di depan sana. Rasa khawatir sempat muncul ketika pembacaan riwayat hidup sang nabi saw di bacakan , wajah mulia yang ku rindukan itu belum tampak hadir.
Bulan yang terpijar dengan indahnya tak membawa berita hampa. wajah yang bercahaya yang ku rindukan telah tiba dengan kewibawaanya yang meluluhkan sanubari, hingga air mata menetes melihat nya berjalan dengan jubah dan

senyum indah. namun mata ini belum di izinkan untuk menatapnya terus menerus. mungkin sebab kehinaan pandangan yang tak terjaga di luar menghalangi untuk melihat wajah mulia itu. Dari tengah masjid itu, getaran lembut suara mu yang berwibawa terdengar hingga tulang rusuk ini luluh di dalamnya. Rasanya tak dapat terbendung lagi air mata yang sejak awal kedatangannya, ingin ku lepas sepuas puasnya.
Khas mu yang selalu memanjakan kami para murid mu. Dengan canda dan tawa. Seakan akan kau mempu melihat isi hati dan fikiran dari tiap tiap kami hingga Kau tau fikiran kami tak terkonsentrasi dalam pembahasaan kitab.. Betapa tajam nya perasaan mu terhadap kami. Kami yang hanya merepotkan mu. Tak mampu berbuat banyak untuk membantumu. Canda mu, tawa ceria mu, membangkitkan kami yang lemah dalam belajar. Wahai habibana. Walau kau utus kamu untuk terjun kedalam samudera. Kami tak akan pungkiri sedikitpun dari hal itu.
Betapa tak tergambarkannya perasaan cinta yang bergemuruh dalam diri melihatmu dalam keadaan bugar dan ceria. Walau pagi harinya dirinya kembali di opname Karena peradangan otak yang kambuh. Terkadang Kau paksakan walau dengan kursi roda atau bahkan kasur listrik yang merebahkan mu dalam majelis ini. Gembira haru kami wahai habibana, melihatmu kini lebih membaik. dan tangis tak dapat terbendung ketika dzikir kau serukan hingga tak mampu lagi diri untuk menahan air mata yang mengalir. Pecah tangis kami untuk mendoakan mu. Untuk kesembuhanmu.Janji setia kami untuk mu dunia akhirat. Sehat terus wahai habibana. Kami mencintai mu.





Sampah Visual


    Jumat sebelas juni2013 pukul 23.00 wib metro tv kembali menyangkan program yang selalu saya nantikan. Kenapa ? karena dalam program tersebut menampilkan film film documenter yang sangat bermanfaat dan sangat menarik untuk di lihat. Tahun ini sebenarnya tahun pertama saya mengikuti kompetisi yang di adakan olehnya. Karena baru pada tahun ini umur saya mencukupi syarat sebagai peserta. Namun, banyak hal yang harus saya lebih explore seharusnya, hingga tahun depan saya dapat kembali belajar dan berkontribusi dalam kompetisi ini dan dapat memenangkan tentunya.

     Eagle documentaries kali ini menyoroti tentang sekelompok masyarakat yang di ketuai oleh salah seorang dosen desain komunikasi visual dari ISI yogyakarya  sejak tahun 1992. Seseorang yang terlihat begitu sederhana dengan motor tuanya berjuang setelah dari kampus untuk kembali kepada aktifitas social di luar kampus. Saya cukup menyoroti dari hal ini karena biasanya orang perupa mereka selalu berpenampilan apa adanya dan selalu dengan gaya sederhana tetapi bukan berarti masa bodo dengan penampilan. Mereka tetap rapih dengan rambut gondrongnya dan gaya nyentriknya. Hal itu saya perhatikan pula dari para dosen saya di fakultas industry kreatif Universitas Telkom. Cara bicara mereka, gaya berpakaian mereka cukup berbeda dengan dosen dari fakultas lain.  Seseorang dapat melakukan apapun untuk mengekspresikan dirinya tanpa merugikan orang lain.

    Menjadi sorotan seorang dosen dkv dari isi Yogyakarta ketika melihat begitu banyaknya pamphlet, baliho, spanduk iklan yang bertebaran di seluruh kota tanpa mengenal ruang dan media. Mereka dengan asyiknya menempelkan iklan itu di ruang public bahkan di tancap di pohon dengan paku paku. Ruang publik yang seharusnya di nikmati dengan pemandangan natural kini terdistorsi dengan begitu banyaknya iklan. Betapa tidak hampir di setiap pinggir dan sudut perempatan jalan selalu ada iklan yang bertebaran itu. Mulai dari yang membayar pajak iklan sampai yang illegal sekalipun. Iroinis ketika pemerintah tidak menyadari akan hal ini. Atau sebenarnya mereka sadar tetapi masih bingung apa yang harus di lakukan. Dan menurut saya lebih ironis ketika kita sebagai mahasiswa perupa yang notabene bekerja pada bidang grafis seperti itu justru tidak menyadari akan hal itu dan apakah para pengajar perupa itupun sadar dengan kenyataaan yang seperti ini ? begitu di luar kepala prinsip prinsip desain yang di pelajari, estetika, semiotika, retorika visual bahkan kita pun mendapat pengajaran psikologi persepsi. Teteapi kita tidak sadar akan hal tersebut.


    Masalah yang di angkat oleh eagle kali ini sungguh sangat menampar saya. Saya sudah cukup lama tidak merasa nyaman dengan dengan bertebaran nya iklan grafis yang menampati hampir diseluruh ruang public. Betapa tidak, bahwa dari perusahan kelas kakap hingga obat herbal kelas teri beriklan disana dan siapa yang membuatnya tentualah para desainer akademis hingga tukang seting percetakan. Tetapi justru hal tersebut yang tidak kita sadari. Apalah arti prinsip desain dan ilmu kejiwaan persepsi itu jika tidak berimbas pada pola fikir yang lebih indah untuk para calon desainer. 

Jumat, 30 Agustus 2013

Kerinduan Mentari II

Dan sang mentari terluka atas sikap berpaling bulan yang berlalu dan menyakitkan..

 terombak perasaan Sang mentari atas segala pengharapan yang fana.. Terurai dalam deraian ketidakpastian yang mungkin dahulu di nantikan sang rembulan. 

Firasat yang terbersit memaknai setiap kalimat menjadi negatif. Menuai rasa pasif dalam keputus asaan. 

Dan sang mentari kembali berpaling bersamaan dengan rasa berpalingnya sang rembulan.  Dalam setiap pijakan yang terlewat mentari bersemi dalam tatapan tajam birunya awan. 

Terpana bagai magnet yang besaar menarik perasaan sang mentari dalam kehancuran . Hancur karena setelah itu awanpun tertiup angin dan menghilang.. 

Menatap awan dalam perasaan yang menawan dalam hasrat namun Awan indah itu terbang. 

Entah kemana.. Mentari berharap berjumpa dan mendekapnya kembali dalam tatapan cinta.. sang mentari tetap mencari langit biru yang akan menemani di setiap sinarnya. 

Dan mungkin sang rembulan tetap berpijar bersama gemerlapnya bintang..

Rabu, 28 Agustus 2013

Di atas kata cinta


Cinta…

Dengan penuh ucapan dalam perasaan yang tenang dan bahagia dalam dekapan setiap detik yang terpegang.
Merasakan alunan setiap derai nada yang tercipta dalam haluan kharismatik yang terpijar dalam kesenduan kesejukan di setiap kata yang terucap.

Menyingkap tabir dalam kelabu, menyingkap abstrak menjadi khayal yang nyata dalam sanubari yang bergemuruh dengan indahnya.

Waktu.. adalah musuh terbesar cinta, bagi meraka !! para pemuja cinta yang dengan tergesa hendak merebut setiap hembusan keharuman dengan luapan perasaan yang sesaat.

Bodoh, tepat kata bagi para peluap perasaan sesaat. Tolol, atas semua perasaan yang mereka mainkan.
Bagikan alat yag hendak di pergunakan dengan bebas nya.  hanya Gobloklah frasa yang pantas bagi mereka, yang jatuh dalam ruang kata yang busuk dalam niatnya.

Dengan kata yang di sebut sebagai cinta, lubang kehinaan terbuka seluas luasnya. Siap untuk menampung bagi pemerah birahi yang siap di tumpahkan dalam kefanaan.

 Waktu telah siap untuk membuka. Fakta yang tersingkap di yuridiskan oleh alasan tolol silogisme yang tak berakal.

Absurd dalam kata kata manis bernilai nol semata. Menyaksikan setiap luka dalam khayal akhir bahagia.

Seketika prinsip idealisme dalam nurani pupus dalam kesaksian buta atas nama cinta.

Kemerdekaan, Untuk Siapa ?


Tujuh belas agustus 1945, presiden republic Indonesia yang pertama memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Kini, tepat enam puluh tiga tahun  sejak di terjadinya peristiwa itu, Indonesia mampu tumbuh secara mandiri dengan pesat dalam sector ekonomi makro. Tanahnya tetap subur namun banyak tergantikan oleh beton beton yang juga subur untuk gedung gedung tinggi.

Sedikit pudar secara terperinci, namun ingatan belum lupa, setahun yang lalu seorang nenek yang di usir secara paksa di suatu daerah Indonesia karena mendekati lokasi upacara 17 agustus.lalu  Apa berdayanya seorang nenek nenek renta !! di usir secara paksa dan kerass ??!! anjing anjing Negara itu bagai tak memiliki logika. Entah apa yang ada di benak binatang berbentuk manusia itu yang tega berbuat demikian. Salahkah di hari kemerdekaan nenek itu mendekat hanya untuk sekedar bangga dengan sang merah putih ? ataukah mereka berfikir nenek nenek itu akan tega memberangus orang orang yang sedang mengikuti upacara ??

Jangan salahkan mereka yang apatis terhadap bangsa Indonesia, atau sesungguhnya mereka tidak apatis, hanya sekedar menutupi keingingan untuk berbuat baik namun terhalang birokrasi yang sok suci tapi busuk di dalamnya. Kemunafikan adalah jalan pintas bagi mereka binatang binatang peliharaan Negara yang gonggongan nya selalu berkata “atas nama rakyat”.

Entah kenapa, saya cukup meringis melihat upacara di 17 agustus di istana Negara Jakarta yang saya saksikan di televise. Betapa rakyat rakyat jelata itu hanya menyaksikan upacara dari jarak yang jauh dan di luar pagar istana. Bak menonton sebuah acara pernikahan berkelas dan mereka bagaikan manusia hanya manusia yang tak sekelas dengan pejabat itu.

Salahkah jika mereka lebih di anggap sebagai warga Negara Indonesia ? tidak kah bisa para penghuni istana itu menyediakan tempat yang lebih manusiawi bagi para manusia jelata itu ? dengan tenda tenda seadanya di halaman istana saja tentu mereka akan merasa sangat bangga di anggap sebagai rakyat Indonesia yang MERDEKA !! Menghormati sang saka dengan penuh rasa cinta. Setidak tidaknya, setahun sekali bersama para pemimpinnya. Bukan di tempatkan jauh di sisi jalan seakan akan tak berguna. 

Berapa banyak undangan yang tak hadir dalam acara itu ? rakyat rakyat di pinggir jalan itu justru tidak di undang dan mereka hadir walau di bawah pohon nan jauh dari istana. Ataukah istana takut terkotori dengan sandal jepit atau sepatu mereka yang penuh tanah di pusat kota.

Kemerdekaan yang telah di rebut oleh para pejuang yang rela berkorban tenaga, harta dan nyawa. Harusnya lebih kita hargai. Bukan hanya mereka yang bergelar veteran yang menuntut kesejahteraan dan menuntut rumah rumah dinas milik Negara. Namun dengan peraturan undang undang yang baru di keluarkan, kesejahteraan mereka lebih terjamin. Setidaknya, cukup memenuhi kebutuhan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Dan saya kira, pejuang yang hebat tidaklah meminta kepada Negara apa yang di berikan untuknya. Tetapi apa yang bisa mereka lakukan untuk negara.

Merdeka harusnya milik setiap individu di Indonesia, bukan hanya orang kota yang kaya raya tetapi juga tentunya merdeka bagi orang di pelosok negeri yang mungkin belum terjamah tangan pemerintah. Pada dasarnya kemerdekaan adalah suatu dari sebab dan akibat dan tersusun hingga timbulah kesejahteraan.

Maka kesejahteraan pun demikian. Etos kerja yang baik, birokrasi yang adil, dan semangat juang menjadi tombak utama untuk kesejahteraan. Sebaik apapun pemerintahan, namun tidak di dukung oleh sikap etos kerja yang baik dari masyarkat tentulah bagai atap tanpa tiang.

Indonesia sedang berbenah. Sebagai Negara berkembang perekonomian dan pola fikir masyarakat semakin maju dan semoga akan terus maju. Bagaimanapun engkau wahai Indonesia, engkau tetap ibu pertiwi ku. Tanah air yang kucintai.


Dirgahayu Bangsa dan Negeriku Indonesia !!

DEMO untuk MESIR sekedar SENSASI belaka


Ketika tulisan ini di buat 18 agustus 2013. Mesir kembali berguncang, setelah revolusi mesir yang menggulingkan pemerintahan hosni mubarak pada awal 2011 . kerusuhan demonstrasi tidak juga berkurang. Setelah pemimpin yang terpilih secara demokratis yaitu Muhammad mursi, pihak miter justru meng-kudeta nya. tentu terjadilah perpecahan di kubu pendukung presiden mursi dengan pihak militer.

Bak perang sungguhan, tentara militer menggunakan senjata dengan peluru tajam hingga menewaskan ribuan demonstran. Di kutip dari kantor berita Reuters, Sabtu 17 Agustus 2013, melansir Perdana Menteri Mesir Hazem el-Beblawi menyalahkan Ikhwanul Muslimin dalam pertumpahan darah di negaranya. Ia berpendapat sikap keras kepala Ikhwanul Muslimin yang terus menentang negara dengan menggalang unjuk rasa besar, merupakan pemicu tewasnya ratusan orang di Mesir. Untuk itu Beblawi mengusulkan pembubaran Ikhwanul Muslimin sampai ke akar-akarnya, dan perburuan besar-besaran terhadap seluruh anggota Ikwanul Muslimin di seluruh penjuru Mesir.” ujar Beblawi.

Sedangkan dari pihak ikhwanul muslimin sendiri mengklain 2000 anggotanya tewas akibat bentrokan yang terjadi. Dari Media massa elektronik di beritakan bahwa pihak militer menggunakan peluru tajam untuk membubarkan demonstran, bahkan dalam beberapa demonstrasi pihak pemerintah justru menggunakan sinper, bulldozer, dan helicopter  untuk membubarkan demonstran.

Di kutip dari media online, viva.co.id  “Ini pertama kali kami ditembaki dari helikopter. Ada juga orang yang menembaki kami dari jendela gedung. Laki-laki, gadis, perempuan tua, anak-anak, semua diserang,” kata Said Mohamed, salah satu pengunjuk rasa yang bergabung dalam demonstrasi “Jumat Amarah.”

Internasional mengutuk kejadian ini dan memberikan peringatan keras. Diantaranya  Amerika serikat mengancam akan menghentikan bantuan kepada mesir, jerman mengancam menghentikan ekspor senjata kepada mesir dan beberapa Negara lain yang berencana menarik kedutaannya dari sana.

saya  kira, Indonesia memang cukup di segani di mesir, secara historical dan berbagai kepentingan. Dan saya kira, presiden republic Indonesia sudah cukup tegas memberikan pernyataan tanggapannya terhadap yang terjadi di mesir. Tentu yang menjadi masalah bukan hanya kontribusi Indonesia untuk mesir, tetapi juga keadaan WNI yang sewaktu-waktu dapat mengancam.

Banyak pihak justru menuding bahwa presiden RI tidak bertindak apapun untuk mesir. Sedangkan mereka yang menuding itu pun mungkin tidak tahu akar masalah yang di hadapi bangsa mesir. Tentu presiden juga harus mempertimbangkan apa seharusnya kontribusi yang di berikan. Agar hubungan baik tetap terjaga dengan mesir. Banyak opsi yang berikan oleh para pakar, mulai dari penarikan kedutaan sampai efakuasi WNI.

Namun, Dubes Indonesia untuk mesir meyatakan bahwa keadaan disini masih terkontrol, berbeda dengan revolusi mesir 2011, saat ini kebutuhan pokok masih bisa masuk, sehingga belum dinyatakan genting. Pihak kedutaan pun memberikan langkah langkah yang bijak. Dengan melarang wni untuk mendekat ke kerumunan massa demonstran. Sehingga sampai saat ini, belum ada korban dari wni.

Itulah peran pemerintah dalam menanggapi peristiwa yang terjadi di Mesir. Saya kira, hendaknya kita lebih menghargai usaha yang di lakukan pemerintah. Sebagai seorang muslim, lebih mulia tentu kita mendoakan saudara kita sesama muslim.

Saya kira, Ketika sebagian dari kita berkoar koar, berambisi untuk melakukan sesuatu bagi mesir mereka lupa dengan nasib bangsa nya sendiri. Sebagian dari kita heboh dan menangis meringis melihat nasib orang mesir.

Entahlah, apakah hanya untuk sebuah sensasi belaka karena pemilu 2014 sudah di depan mata atau mereka dan kelompoknya ingin di kenal luas sebagai kelompk islam yang solider ! bentuk sebuah nafsu dunia. ataukah mungkin, mereka tidak mengetahui atau pura pura tidak tahu tentang nasib muslimin bangsanya sendiri.

Betapa banyak di kota kota, di desa dan di pelosok muslimin rela menjual akidah nya sebagai seorang muslim hanya untuk sekardus indomie. Indonesia adalah Negara muslimin terbesar di dunia. dimana logika sehat kita ketika di Negara muslimin terbesar di dunia dengan keberlimpahan sumberdaya alam yang megah tetapi masih ada orang islam yang kelaparan !

Dimana logika sehat kita sebagai muslim justru meringis menangisi mesir di depan kamera. Dan berbondong bondong melakukan aksi solidaritas penggalangan dana dan misi kemanusiaan jauh sangat jauh di mesir. Tetapi tetangga muslim di dekat rumah mereka masih banyak terjebak  dalam kerusakan akidah ! kerusakan moral, terjebak dalam miras, narkotika dan perzinahan.

Tidakkah, kita memikirkan bagaimana perasaan muslimin muslimat melihat saudara muslim satu bangsa dan Negara tidak di perhatikan. Di papua, untuk mencapai masjid saja jaraknya puluhan kilometer. Begitu banyak muslimin disana tidak bisa sholat karena tidak ada yang mengajarkan sholat ! banyak muslimin disana keluar dari islam karena urusan social dan ekonomi. Sedangkan islam telah mengatur tentang zakat. Tidakah kita mengetahui itu atau pura pura tidak tahu.

 Maka saya kira, pantaslah jika saya sebut demo dan aksi aksi yang di sebut solidaritas itu hanyalah sebuah sensasi belaka berdasar nafsu duniawi. Berlagak sok suci hanya dengan satu dua hadits yang belajar tanpa guru. Mereka berani berfatwa dengan celana celana ngatung dan beberapa lembar jenggotnya.

Mesir adalah Negara beradab. Bahkan sebelum Negara kita berdiri, mesir telah sangat lama berdiri dan peradabannya telah terkenal di seluruh dunia. justru yang harus kita khawatirkan adalah hal yang sama terjadi di Negara kita. Ketika rakyat dan pemerintahan pecah maka ulama yang akan menjadi korban.

Kenapa ulama ? karena ulama akan di anggap sebagai biang baik dari pihak  pemerintah atau rakyat. Dan ketika ulama menjadi korban, maka akan semakin sedikitlah ilmu. Karena ilmu tidak di angkat begitu saja, tetapi ilmu di angkat dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama tidak ada, maka para orang bodoh lah yang akan memberikan ilmu. Dan rusaklah seluruh elemen masyrakat.


Dan saya kira, itulah peperangan dengan kerusakan serusak rusaknya yang harus kita khawatirkan.

Destinasi di Negeri, “Sang Raja Singa”


Mungkin judul di atas dapat di artikan sekilas seperti “jalan jalan ke negeri penyakit kelamin”. Tapi, bukan itu yang di maksud. setelah UAS yang begitu santai… maklum, kalau mahasiswa desain ua-nya kebanyakan ngumpulin tugas dan tugas tugas itu sudah di kerjakan beberapa minggu sebelum uas. Jadi ketika uas tinggal di kumpulkan dan tanda tangan terus pulang. Ga sampe 15 menit kok uasnya. Oke go to the point !

Beberapa bulan sebelumnya kami mendapat tiket promo untuk pergi kesana. Dengan tagline “pergi bayar, pulang di bayarin”!!. Alhasil, dengan tujuh ratus ribu sudah termasuk pajak dan lain sebagainya kita sudah mendapatkan tiket di tanggal yang kita mau. Mungkin masih bisa di bilang mahal, Cuma ya lumayan lah dari pada tiket regular. Di negeri yang tidak terlalu besar itu Liburan delapan hari kiranya hampir cukup untuk menikmati semua destinasi yang di sajikan.

Negeri yang bertetanggan dengan Indonesia yang terkenal dengan patung merlion dan marina bay. Dimana lagi kalau bukan di singapura.!! Dan saya akan mencoba me-review beberapa tempat yang cukup menarik dan sayang untuk dilewatkan.

Sebagai Negara tropis yang cukup hangat. bagi saya yang tinggal di bandung rasanya udara di singapura cukup untuk membuat kulit menguap. Namun, suasana disana cukup nyaman, dengan Tata kota yang apik dan bersih serta lalu lintas yang lancar adalah salah satu nilai tambah dari Negara ini. Dan Bahasa yang di gunakan mayoritas menggunakan bahasa inggris.

China town, adalah tempat yang pertama saya kunjungi ketika sampai di singapura. Dari bandara changi hanya menggunakan MRT dengan ongkos di bawah S$.2, beberapa menit kita sampai di tempat ini. Sesuai dengan namanya, china town, sangat kental dengan nuansa di negeri china. Dengan ornament ornament berwarna merah menambah semarak di sebuah gang di kawasan china town. Berbagai pernak pernik yang cukup menarik dapat di jumpai disini dengan harga kantong backpacker tentunya.

Satu hal yang menarik, China city point adalah salah satu mall yang cukup besar di kawasan china town. Di dalam nya terdapat sebuah perpustakaan yang awalnya saya kira adalah tempat untuk ngopi ngopi layaknya starbucks. Karena desain dalam yang mirip di cafĂ© dan sangat nyaman. Dengan Berbagai buku dari bahasa china dan inggris tersedia disini. Dan yang cukup menarik, dimana para remaja yang rata rata memenuhi perpustakaan ini. Sangat nyaman yang saya rasakan ketika berada dalam perpustakaan itu.  Terlihat minat baca dari mulai orang tua dan remaja sangat besar. Jalan jalan ke mall bukan lagi hanya sebuah hiburan tapi juga belajar ! dan… disini banyak penginapan murah !! jangan terburu buru mencari penginapan ! muter sedikit cari penginapan di wilayah china town untuk penginapan dengan harga terjangkau.

Aroma semerbak bunga berjajar rapi di pinggiran jalan di iringi music music khas  yang tak biasa di jalan jalan Singapore, berasa diajak berjoget ala syahrukhan, dimana lagi kalau bukan di setitik negeri bollywood “the Little India”. Sesuai dengan namanya, tidak seperti di wilayah lainnya di Singapore dengan wajah wajah oriental masyarakat disini tentu mayoritas berwajah khas india. Makanan khas india berjajar di resto resto pinggir jalan. Harganya cukup murah dengan porsi yang lumayan dan cukup untuk membayangkan bagaimana atmosfir di negeri india.

Semarak kembang api dan water show yang mengangumkan, membuat para pengunjung berdecak kagum dengan visualisasi yang tak biasa dan konsep yang sangat kreatif membuat betah berlama lama duduk di pinggir danau dan di temani music music jazz yang berkelas. Tepat di landmark singapura, di patung merlion dan marina bay. !!

Beragam atraksi menarik yang jarang di jumpai di Indonesia, mengunjungi tempat ini pada malam hari sangat mengagumkan. Tata cahaya yang apik dan suasanya yang berbeda. Menambah semarak malam minggu di sana. Apalagi, jika kita berniat untuk hunting foto, sangat tepat untuk memilih set lokasi ini pada malam hari.  Berbeda halnya dengan siang hari, selain panas, pemandangan yang di suguhkan juga kurang menarik jika di bandingkan dengan malam hari.

Hampir sama dengan little india, di arab street wajah wajah khas middle east banyak kita jumpai disini. Sesuai dengan namanya. Arab street meyediakan makanan makanan khas dari negri arab. Dan disinilah favorite food saya. Berdiri juga sebuah masjid yang cukup megah dan besar dan saya kira tentunya itu menjadi pusat agama islam. Jangan takut untuk mencari masjid jika berada di singapura, walau tidak sebanyak di Indonesia tentunya. Di china town, little india, arab street dan di Indonesian embassy tentunya ada masjid. Pengalaman ketika saya menginap pertama kali di changi airport cukup sulit mencari musholla . Disana sebenarnya ada mushola hanya saja cukup terpencil. dan bertanya adalah jalan keluarnya.

Dan masih banyak tempat atraktif yang meyuguhkan beragam keistimewaan masing masing. tentu sesuai dengan keingininan kita. Mau night life bisa mengunjungi clark quay, yang terdapat banyak bar dengan beragam pernak perniknya. Dan masih banyak lagi dan kembali sesuai dengan keinginan kita. Mbah google kiranya bisa sangat membantu memberikan referensi wisata di singapura.

Walaupun memang budaya bermasyarakat kita terlihat sedikit berbeda dengan singapura, mayoritas masyarakat disana terlihat  individualistis yang terlihat dari bagaimana prilaku yang mencerminkanya. Namun saya rasa, hal itu dapat tertepis. Ketika saya tersesat sendirian disana atau kita butuh bantuan mereka sangat welcome untuk membantu. Dan saya kira memang masyarakat singapura cukup ramah kepada para wisatawan. Pantas kiranya singapura di sebut sebagai Negara maju.


Maka, untuk para anak anak pejabat, saya kira tidak perlu berbangga yang berlebihan sebagai anak pejabat. Karena Negara kita sudah cukup tertinggal.